Selasa, 25 November 2014

Aku bahagia melihat kebahagian kalian....

Biarpun hancur hati ini
bilamana terdengar detik suara yang meninggi kerana marahkan aku
kerana bencikan aku
malah gerak tubuh kalian jelas menunjukkan sifat dalaman yang tak terbendung lagi...
mengalir menitis dicelahan kata-kata....
menerobos keluar di liang-liang butir bicara dan
memercik  ke ruang kosong... sekosong hatiku yang terbungkam dari berbicara.

Pantas sahaja aku menampar mulutmu yang celupar
Biar kutangankan sikapmu yang biadap
Biar kuherdik menyanggah tangkahmu yang kurang ajar

Namun sayangku terlalu tebal....
Rinduku membuatkan aku bebal
Cintaku memadamkan ego
Kasihku padamu memulangkan mimpi semalam...

Anak-anakku
abahmu kenal benar akan kekurangannya
tak mampu untuk memenuhi permintaan naluri fitrah semua
namun itulah aku
Seorang pujangga yang hanya mampu menuturkan kata-kata manis berbunga
namun tidak berupaya mengotakan janji yang sudah tersedia
hanya terdaya menunduk meminta kepada yang Esa
memohon agar dijaga akan kalian semua
sebaik sahaja aku dipanggil mengadapNya.

Tiada ulasan: